Friendship
Posted in
Minggu, 01 Juni 2014
Friendship?Sebuah kata simple namun menyimpan banyak arti, menurut buku
yang gue baca, teman alias sahabat akan berubah dalam jangka waktu 7 tahun
sekali, mau bukti? Buktiin aja sendiri. Kita ketemu bukan karena kita janjian
buat sahabatan dr bayi, kita juga bukan tipe sahabat yang dari kecil udah
saling nempel satu sama lain, kita ketemu karena sebuah satu tujuan yang sama, “
mencari ilmu “ meskipun ga sengaja ketemu, pun akhirnya kita sahabatan. Mereka,
beda karakter, beda watak, dan beda kepribadian dari gue, tapi kekonyolan yang
menyatukan kita. Ada yang bilang, sebuah kanvas yang di dalamnya tertuang satu
warna saja tidak akan menghasilkan sebuah karya seni yang indah, begitu pula
persahabatan. Kita matching karena sifat kita yang beda, bersama mengalur
membentuk suatu harmoni, membentuk sebuah cerita bersama berjudul “ emplekedhut
“. Kata yang tak akan pernah ditemukan artinya dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Kamus Bahasa Jawa ataupun Kamus Bahasa Inggris, kata itu hanya akan
tercatat dalam kamus kita. Suatu ketika, seorang dari mereka yang dulunya masih
terpuruk, dipojokan dunia menanti seseorang untuk mengulurkan tangan datang dengan
sikapnya yang dingin dan merasa tidak membutuhkan orang lain, dan berakhir dengan tidak diinginkan banyak orang. Dia,
gadis cantik dan cerdas namun kecerdasannya berbanding terbalik dengan
kepribadianya, Suatu saat dia datang dan berbincang bahwa ia tidak membutuhkan
teman, “ gapapa kalo mereka ga mau temenan sama aku, aku ya ngga butuh mereka”
begitu katanya. Gue langsung nyeletuk akibat sikap acuhnya dia, “ Ga ada ya,
yang namanya menemukan teman, adanya tuh menacari teman “ Entah gue dirasukin
apa bisa ngeluarin kata ajaib kaya gitu yang menurut gue ga tiap hari bisa
keluar dari mulut gue,Beberapa waktu kemudian gue sendiri baru connect, kalau teman
itu ngga datang dengan sendirinya, teman memang harus dicari. Dimanapun
tempatnya ga akan nemu teman kalau kita ga menawarkan diri menjadi teman
mereka. Meskipun sebuah tawaran itu tidak disampaikan secara gamblang dan
tersurat, tapi secara sendirinya kita akan mempunyai ikatan dengan mereka. Yang
namanya temenan itu bukan cuma dari ucapan yang dulunya pernah gue ucapin sama
sahabat SD gue bahwa “ kita akan selalu jadi sahabat sejati “. Kenyataanya kita
malah ga bisa disebut sahabat karena cuma berakhir jadi temen SD biasa, ketawa
bareng ga pernah, makan bareng ga pernah, curhat ga pernah. Yah walaupun
sebenernya yang namanya teman bukan cuma buat teman curhat dalam arti
sebenernya, Saling melengkapi dan saling mengerti itu yang menyebabkan kita dinamakan
sobat.Dan pada akhirnya, dia yang dulunya sendirian, disinilah dia,
berdampingan dengan kita tersenyum memamerkan deretan giginya.
Langganan:
Postingan (Atom)









